Tampilkan postingan dengan label Biography SLANK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biography SLANK. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Februari 2015

Biography SLANK



 Slank adalah sebuah grup musik terkenal di Indonesia. Dibentuk oleh Bimbim pada 26 Desember 1983 karena bosan bermain musik menjadi cover band dan punya keinginan yang kuat untuk mencipta lagu sendiri.
AWAL KARIR

Cikal bakal lahirnya Slank adalah sebuah grup bernama Cikini Stones Complex (CSC) bentukan Bimo Setiawan Sidharta (Bimbim) pada awal tahun 80-an. Band ini hanya memainkan lagu-lagu Rolling Stones dan tak mau memainkan lagu dari band lain, alhasil mereka akhirnya jenuh dan menjelang akhir tahun 1983 grup ini dibubarkan.

Bimbim meneruskan semangat bermusik mereka dengan kedua saudaranya Denny dan Erwan membentuk Red Evil yang kemudian berganti nama jadi Slank, sebuah nama yang diambil begitu saja dari cemoohan orang yang sering menyebut mereka cowok selengean dengan personel tambahan Bongky (gitar) dan Kiki (gitar). Kediaman Bimbim di Jl. Potlot 14 jadi markas besar mereka.

Mereka sempat tampil di beberapa pentas dengan membawakan lagu-lagu sendiri sebelum Erwan memutuskan mundur karena merasa tidak punya harapan di Slank. Dengan perjuangan panjang terbentuklah formasi ke-13, Bimbim, Kaka, Bongky, Pay dan Indra, Slank baru solid.

Dengan formasi Bimbim (Drum), Bongky (Bass), Pay (Gitar), Kaka (Vokal) dan Indra (Keyboard) mereka mulai membuat demo untuk ditawarkan ke perusahaan rekaman.

Setelah berulang kali ditolak, akhirnya tahun 1990 demonya diterima dan mulai rekaman debut album Suit-Suit... He He He (Gadis Sexy). Album yang menampilkan hit Memang dan Maafkan itu meledak dipasaran sehingga mereka pun diganjar BASF Award untuk kategori pendatang baru terbaik. Album kedua mereka, Kampungan pun meraih sukses yang sama.

NARKOBA

Keterlibatan para personelnya dengan narkoba sempat melahirkan keretakan di tubuh band yang bermarkas di jalan Potlot ini. Pada saat menggarap album keenam (Lagi Sedih), Bimbim selaku leader akhirnya memutuskan untuk memecat Bongky, Pay dan Indra. Kaka dan Bimbim tetap menggarap album ke-6 dengan bantuan additional player.

Sebagai gantinya mereka merekrut Ivanka (Bass), Mohamad Ridho Hafiedz (Ridho) dan Abdee Negara (Abdee). Formasi ini bertahan hingga saat ini dan mereka terus melahirkan karya-karya yang menegaskan eksistensi mereka di dunia musik Indonesia.

Bimo Setiawan Almachzumi

Nick Name : Bimbim
D.O.B : Jakarta, 25 December
Believe : Islam
Height/Weight : 173 cm / 52 kgs
Hobby : Soccer
Influence : Van Hallen, Rolling Stones, Queen
Position : Drums / Percussions / Guitar
Musical Background :
Self learning to drumming at the age of 13. First gigs in Junior High with Cikini Stones Complex. Former member of SLANK.


Akhadi Wira Satriaji


Nick Name : Kaka
D.O.B : Jakarta, 10 March
Believe : Islam
Height/Weight : 171 cm / 60 kgs
Hobby : Soccer
Influence : Bob Marley, David Coverdale
Position : Guitars / Vocal Cord
Musical Background :
Learnt to sing at the age 9, Forming a band with cousins and friends in Junior High. Self learn to sing by listening his favourites musician's recorded tapes, Vocalist of LOVINA band, borrowed as vocalist


Ivan Kurniawan Arifin
 
Nick Name : Ivanka
D.O.B : Jakarta, 9 Desember
Believe : Islam
Height/Weight : 170 cm / 55 kgs
Hobby : Musics
Influence : Rolling Stones, Beatles
Position : Bass / Guitars
Musical Background :
Began to learn guitar at the age of 14 . Finalist at West Java Rock Festival. Foemer member of House Of The Rising Sun Band, Bass player for Imanez' Otto Jam, Supporting musician for SLANK's 6th local album.





Mohammad Ridwan Hafiedz 

Nick Name : Ridho
D.O.B : Ambon, 3 September
Believe : Islam
Height/Weight : 173 cm / 50 kgs
Hobby : Soccer
Influence : Blues Saraceno, Nick Nolan, Beatles, Jimmy Hendrix
Position : Guitars
Musical Background :
Began to learn music in Samarinda at the age 12. Former member of Cat Power Band. Took a musical course with Didi AGP and Bintang Indiarto in high school. Former member of Last Few Minutes (LFM) Band. Took a guitar course at Musician Institute Hollywood,LA. Supporting musician for Vina Panduwinata, Nita Tilana, Nugie, Vony Sumlang. Joining SLANK in the recording album "TUJUH".


Abdee Negara
 
Nick Name : Abdee
D.O.B : Donggala, 28 June
Believe : Islam
Height/Weight : 170 cm / 50 kgs
Hobby : Motor Cross
Influence : Keith Richard, Jimmy Hendrix
Position : Guitars
Musical Background :
Took a guitar course at ILW Farabi in 1988. Supporting musician for Gideon Tengker, Ermy Kulit, Michael "Sket" Meyer, Eki Lamoh. Former member of Interview Band with Hengky Supit, DOR Band with Wawan and Michael Meyer, ENEMES Band with Sandy and Iram "U" Camp, Makhatana Band with Dino and Yoyo "Bayou", KRS with Cendy Luntungan, Harry Anggoman. ARJACO with Arthur Kaunang and James F. Sundah.

Joining SLANK in the recording album "TUJUH".

Personil : Bim-Bim · Kaka · Ridho · Ivanka · Abdee 
Mantan Personil : Bongky · Pay · Indra · Reynold 
Album Studio : Suit... Suit... He... He... (Gadis Sexy) - Kampungan - Piss! - Generasi Biru - Minoritas - Lagi Sedih - Tujuh - Mata Hati Reformasi - 999 - 09 - Virus - Satu Satu - PLUR - Slankkissme - Slow But Sure 
Album Lain : Konser Piss 30 kota - Virus Roadshow - Bajakan - Road to Peace - Ost. Get Married.




PENGGEMAR

Slank adalah grup cinta damai dan pada kenyataanya Slank tidak saja berhasil merebut hati penggemar, tapi Slank juga telah berhasil membangkitkan semangat dan solidaritas dari sebuah generasi untuk punya sikap. Dan Slank memiliki kelompok penggemar yang fanatik dan kreatif (termaasuk gue onethree noto wonokromo)hehehehehe...., yang dikenal sebagai Slankers.

SLANK FANS CLUB

Slank Fan Club (SFC) adalah club resmi yang dibentuk oleh manajemen Slank untuk menampung para penggemar fanatik Slank.
BULETIN SLANK

Untuk menyampaikan informasi kepada para Slanker, Slank dan manajemennya memutuskan untuk membuat sebuah newsletter yang kemudian disebut dengan nama Buletin Slank. Buletin ini berisi jadual, kisah-kisah pendek perjalanan tur panggung slank dan sebagainya. Nama buletin sendiri dipakai sebagai simbol agar para slanker melingkari (buletin) jadwal kegiatan slank di kalender kegiatan mereka masing-masing.

Buletin Slank inilah yang kemudian berkembang menjadi Koran Slank.

KORAN SLANK


Koran Slank diterbitkan pertama kali pada 10 Maret 2002.



Senin, 08 Oktober 2012

Diskografi

DIASKOGRAFI album SLANK


     1. 1990 - Suit-Suit....Hehehe (Gadis Sexi)

01.Suit..Suit ..He..He (Gadis Sexy) - 1990


2. 1991 - Kampungan

02.Kampungan - 1991


3. 1993 - Piss 

03.PISS - 1993


4. 1995 - Generasi Biru 

04.Generasi Biru - 1994


5. 1996 - Minoritas 

05.Minoritas - 1996


6. 1996 - Lagi Sedih 

06.Lagi Sedih - 1997


7. 1997 - Tujuh 

07.Tujuh - 1998


8. 1998 - Mata Hati Reformasi 

08.MATA HATI REFORMASI - 1998


9. 1999 - 999+09 

09.999+09 (BIRU) - 199909.999+09 (ABU-ABU) - 1999


10. 2001 - Virus 

10.VIRUS - 2001


11. 2003 - Satu Satu 

11.SATU SATU - 2003


12. 2003 - Bajakan! 




13. 2004 - Road to Peace 

12. ROAD TO PEACE - 2004


14. 2005 - PLUR 
13.P L U R - 2004



15. 2006 - Slankissme 

14.SLANKISSME - 2005


16. 2007 - Slow But Sure 

15.SLOW BUT SURE - 2007


17. 2007 - Original Soundtrack "Get Married"



18. 2008 - Slank - The Big Hip 

16.The Big Hip - 2008


19. 2008 - Anthem For The Broken Hearted 

17.ANTHEM FOR THE BROKEN HEARTED - 2009


20. 2009 - Original Soundtrack Generasi Biru 


21. 2010 -  Jurus tandur No.18

18.JURUSTANDUR NO.18 - 2010


22. 2011 - Slank Party Disco remix



23. 2012 - I SLANK U

19.I Slank U - 2012



Senin, 27 Juni 2011

Slank ajak slanker berparty



Jakarta - Lagu-lagu milik Slank memang cukup unik untuk dikemas dengan genre apapun, termasuk musik disco. Bersama 9 DJ (disc jockey), Slank merilis album disco remix untuk para clubbers.


Album bertajuk Slank Party-Nonstop Disco DJ Remix itu, berisi lagu-lagu hits Slank yang dikemas secara remix ke musik disko atau yang biasa diputar untuk clubbing atau dugem.
"Basic-nya, kami love to party, juga sangat tertarik dengan how DJ making music. Kenyataanya, dance music cukup pesat perkembangannya di Indonesia. Kami mengeluarkan album ini karena pengin tahu interest-nya sampai di mana," ujar Kaka mewakili personel Slank saat jumpa pers rilis album tersebut di PitStop Avenue Club & Lounge, Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Rabu (22/6).
Ide awal untuk membuat album tersebut datang dari Amir Independenc3, yang sekaligus menjadi produser musik album tersebut.
"Ini berawal dari sekitar tiga tahun lalu. Saya sering singgah ke tempat dunia malam. Di situ ada home band yang sering di-request lagu dan lagunya itu lagu Slank," terang Amir.
Berawal dari situlah muncul gagasan yang kemudian ia diskusikan bersama para DJ.
"Akhirnya saya ketemu DJ dan bilang, 'Asyik enggak sih lagu Slank di-remix?' Terus, dia bilang, 'Coba, gue dengar dulu'," urainya.
Setelah melalui proses panjang akhirnya terpilih 13 lagu Slank yang di-remix oleh para DJ, yakni "Virus", "Orkes Sakit Hati", "Bang Bang Tut", "Jurus Tandur", "Pulau Biru", "Balikin", "Seperti Para Koruptor", "H.A.M. Burger", "Terlalu Manis", "Kalo Aku Jadi Presiden", "Ku Tak Bisa", "Slank Dance", dan "Kamu Harus Pulang".
Lagu-lagu tersebut di-remix secara nonstop oleh sembilan DJ dari Independenc3. Mereka adalah DJ Lotuz, DJ August, DJ Telly, DJ Rudhy'z, DJ Jackerss, DJ Imam, DJ Abow, DJ A Soen, dan DJ Angga.

Teriak lantang KAKA

 
Lelaki gondrong awur-awutan naik ke panggung. Melompat tepatnya. Ia tak pakai baju. Hanya dibalut jeans belel yang seperti selalu terlihat nyaris akan melorot. Lelaki itu acuh saja. Ia berteriak lantang menyapa penontonnya. Bukan kalimat yang bersopan-sopan. Semuanya lepas, bebas, sebuah sikap percaya diri yang terbentuk lewat pengalaman selama bertahun-tahun.

TERIAKAN lantang Kaka, vokalis band legendaris Slank, segera disambut teriakan penonton. Juga dengan sikap yang tak kalah lepas bebas. "Woy!"

Sejak awal konser ini, Slank memang berupaya untuk tak berjarak dengan penontonnya, para Slankers yang sudah memenuhi Griya Dome, Jl Amir Hamzah, Medan, sejak lepas petang, Rabu (15/6). Padahal Slank baru akan tampil sekitar pukul 22.00, setelah serangkaian performance dari Tenesa, Salam Tiga, dan Manaken, band-band yang bersaing dalam Soundrenaline Live Selection Sumatera Utara.

Ini memang bukan konser tunggal Slank. Kaka, Bimbim, Kaka, Ridho, Ivanka, dan Abdee Negara datang untuk "menghalo-halokan" Soundrenalin 2011, perhelatan live music rock outdoor terbesar di tanah air. Tapi semangat Slank tetap tak berubah. Di mana pun dan kapan pun, teriak Kaka selalu lantang, gebukan drum Bimbim tetap bertenaga, betot bas Ivanka tetap liar, cabikan gitar Ridho dan Abdee tetap menyayat-nyayat.

Total mereka menyanyikan 15 lagu, termasuk hits macam Virus, I Miss You But I Hate You dan Mars Slankers. Konser ditutup dengan lagu wajib mereka, Kamu Harus Pulang.

Salam Tiga Jari, band asal Medan, berhasil menyingkirkan Tenera (Medan) dan Manaken (NAD) untuk meraih tiket ke babak Grand Final Soundrenaline Live Selection di Pekanbaru.(yns)

legenda

Nama Band: Slank
Berdiri: 1983
Genre: Rock, Blues
Label:    Slank Records
Situs: http://www.slank.com
Personel: Bimbim (drum), Kaka (vokal), Ridho (gitar), Ivanka (bas), Abdee Negara (gitar)
Mantan Personel: Bongky (bas), Pay (gitar), Indra Qadarsih (keyboard), Reynold (bas)
Jumlah Album: 17 (plus 4 album live concert)

Slank bentuk posko pengaduan korupsi

 
Grup musik Slank yang dipilih oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai Duta Antikosupsi, akan membentuk posko pengaduan korupsi di berbagai daerah.

Kaka, vokalis Slank, di Padang, Sumatra Barat, Minggu (19/6) menjelaskan, rencana pembentukan posko pengaduan itu didedikasikan untuk membantu menanggulangi masalah korupsi di negeri ini yang dianggapnya tak berkesudahan.

Ia mengemukakan bahwa pembentukan posko itu merupakan hal yang tidak terlalu sulit, karena grup musik yang terkenal lewat tembang Balikin itu memiliki komunitas poendukung bernama Slankers.

"Jika dari pusat memerintahkan untuk membentuk posko-posko antikorupsi, maka Slankers di daerah akan segera membentuk," kata Kaka.

Dia menambahkan, saat ini mental antikorupsi dari para Slankers yang ada di Indonesia sudah terlihat mulai terbentuk.  "Saat ini sudah ada empat kota di Indonesia yang para Slankers-nya selalu membayar tiket masuk, ketika menonton konser Slank. Padahal sebelumnya mereka sulit sekali untuk melakukan itu," katanya. 
Menurut Kaka, Slank tetap mendukung, KPK dalam memberantas korupsi d Indonesia. Slank terus menggugah kesadaran masyarakat untuk memerangi praktik korupsi di Indonesia. "Korupsi saat ini bukan lagi menjerat kalangan atas, tetapi juga mewabah di kalangan masyarakat,"katanya.

Dia menambahkan bahwa Slank juga memberikan semangat kepada generasi muda untuk tetap anti terhadap praktik korupsi.  "Semua ini dilakukan untuk menyelamatkan generasi bangsa ke depannya agar tidak terlibat korupsi," katanya.

Dia mengatakan, gerakan yang mereka bangun ini tidak hanya di panggung seperti biasanya, tapi juga di kegiatan "Soundrenaline" juga. 

"Bagaimana pun musik adalah satu momen yang sangat pas untuk menyampaikan satu pesan, sehingga bisa dilakukan secara nyata juga dari kita untuk kita secara bersama," katanya.

Album "Jurus Tandur" yang keluar pada tahun 2011, kata Kaka,  menangkat fenomena sosial yang saat ini berkembang di tengah masyarakat, salah satunya soal korupsi.

"Dalam album Jurus Tandur ini ada 16 lagu, yang mengangkat fenomena sosial masyarakat, salah satunya soal korupsi," kata Kaka.

SOUNDRENALINE pekanbaru 2011


Ajang yang bisa dibilang sebagai salah satu pelopor hype-nya festival musik di Indonesia ini Sabtu (25/6) lalu kembali digelar. Nggak berkeliling di beberapa kota seperti sebelumnya, tahun ini festival yang diinisiasi oleh sebuah produsen rokok sebagai ajang promosinya itu, hanya digelar di satu kota. Dan yang mendapat kehormatan kali ini adalah Pekanbaru, Riau.  
Masih melibatkan nama-nama besar di blantikan musik Indonesia, namun skala gelaran kali ini terasa tak segempita gelaran beberapa tahun sebelumnya.
"Kami memang sengaja memfokuskan Soundrenaline kali ini lebih sebagai ajang community gathering yang intim," ujar Ari Lasso, yang tahun ini turun tangan menjadi penyelenggara di bawah bendera Kilau Indonesia.
Salah satu wujud dari konsep tersebut, langsung terasa pada jumlah pengisi acara.  Kalau gelaran sebelumnya bisa menampilkan 50 hingga 60 nama, untuk tahun ini Lasso dan timnya hanya mengusung sekitar 24 band/artis.
"Tiap-tiap artis bebas mengusung konsep show mereka, dan otomatis punya durasi tampil yang lebih lama," ujar vokalis yang mengaku baru dua tahun ini membentuk organisator ajang tersebut bersama beberapa rekan itu. 
Konsekuensinya, nama-nama yang digaet kali ini haruslah mereka yang punya ciri dan tentunya mampu menarik minat massa. Maka muncul nama Slank, BIP, /rif, Andra & The Backbone, J-Rocks, Ello, naif, netral, Alexa, Saint Loco, hingga Geisha, Hijau Daun, Lyla, The Changcuters, Kerispatih, New Storm, D'Bagindas serta Deadsquad. Di samping itu ada pula band-band baru yang diseleksi dalam pre-event yang digelar mulai awal tahun lalu.
Selain itu, yang juga membedakan dengan gelaran tahun-tahun sebelumnya adalah adanya booth yang nggak hanya menawarkan permainan. Melainkan program berbagi ilmu serta ide, baik bagi komunitas, maupun individu.
Begitulah. Konsep yang ditawarkan ini terbukti cukup mampu menyedot, setidaknya 22 ribu pasang mata (menurut catatan panitia hingga pukul 11 malam, saat Slank on stage, RED.). Padahal venue-nya, Lapangan Labersa, terbilang baru dan cukup jauh dari pusat kota.
"Buat EO yang baru dua tahun berdiri, ini tentu saja sebuah pencapaian tersendiri," ujar Lasso, saat acara berakhir, sembari berterimakasih pada pihak-pihak yang sudah mendukung penyelenggaraan acara ini. Terutama penikmat musik Pekanbaru yang memang punya antusiasme tinggi terhadap Soundrenaline kali ini.
Well done! See you next year!

Kegilaan slank

 
 
Ingin lagu-lagu mereka dapat diputarkan di sejumlah diskotek di seluruh Indonesia, Slank akhirnya merilis sebuah album yang berisikan 13 lagu “dugem” nonstop. 



Bertajuk “Slank Party – Nonstop Disco DJ Remix”, untuk pembuatan album ini, Slank berkolaborasi dengan sembilan disc jockey (DJ) yang tergabung dalam independenc3. Tiga belas lagu yang dibungkus dengan house music tersebut itu pun tidak semuanya pernah menjadi lagu hits Slank.

Ketiga belas lagu tersebut yaitu Virus, Orkes Sakit Hati,Bang Bang Tut, Jurustandur, Pulau Biru, Baliki, Seperti Para Koruptor, H.A.M Burger, Terlalu Manis, Kalau Aku Jadi Presiden,Ku Tak Bisa, Slank Dance, dan Kamu Harus Pulang. Hal tersebut diungkapkan Kaka, dipilih atas dasar kesengajaan sekaligus penasaran. 

“Kami sengaja ngajuin lagulagu yang enggak kebayang kalau sampai dibikin house music. Dari lagu Virus yang slow tempo, dan lagu Pulau Biru yang sebenarnya ngerock banget, itu semua kami yang ajukan ke DJDJ ini.Penasaran juga kalau sudah dirombak, bakal jadi seperti apa,”ungkap Kaka.

 Untuk merampungkan album ini pun, Slank memberikan kebebasan kepada para DJ untuk me-remix karya-karya mereka. Tidak ingin dibilang sekadar coba-coba, Slank pun mengaku bahwa melahirkan album ini memiliki beberapa target, mulai dari keinginan agar lagu-lagu mereka bisa menggema di lantai diskotek, hingga menjadikan album ini sebagai koleksi album yang cukup unik bagi para Slankers di Indonesia. 

“Dasarnya, kami ini love to party,” aku Kaka. “Sekaligus, kami juga tertarik ingin tahu bagaimana DJ bikin sebuah musik. Kenyataannya adalah dance music itu berkembang cukup pesat.Terbukti dari setiap acara rave party di Jakarta maupun Indonesia yang selalu ramai dan sama ramainya dengan rock show,”bebernya.

 Bimbim pun menambahkan bahwa ada harapan yang diinginkannya melalui dirilisnya album ini. Dia berharap dapat menyebarkan CD album “Slank Party”ini ke DJ di seluruh Indonesia. “Pengin banget bisa kasih ke semua DJ dari Sabang sampai Merauke.Jadi,kalau gue datang ke sana, lagu Slank tetap berkibar,” ujarnya sambil tertawa. 

Sembilan DJ yang ikut ambil bagian dalam album ini terdiri atas DeeJay Lotuz Disco Mafia, DeeJay Imam Hood, DeeJay Rudhy’s, DeeJay August, Dee- Jay Abow Djail,DeeJay A Soen, DeeJay Telly Alvaro, DeeJay Angga,dan DeeJay D’Jackers. Belasan lagu yang masuk ke dalam album “Slank Party – Nonstop Disco DJ Remix”, rasanya membuat lagu-lagu Slank berubah total.

Tidak ada lagi musik yang bisa membuat Slankers mengawang-awang ketika mendengarkan lagu Virus. Sentuhan musik  party malah membuat siapa pun yang mendengar lagu ini menjadi ingin menggoyangkan kepala. Kerja sama dengan para DJ ini sebenarnya berawal ketika DeeJay Lotuz Disco Mafia, salah satu anggota independenc3 tampil di konser ulang tahun ke-25 Slank di Surabaya,tahun 2008 silam. 

Mendapat sambutan yang cukup bagus,akhirnya project pembuatan album ini pun dimulai sekitar dua tahun lalu. “Salah satu faktor kami bekerja sama dalam pembuatan album ini adalah ketika kami sadar bahwa penggemar Slank di tempat-tempat dunia malam itu ternyata banyak juga.

Akhirnya,kami punya ide untuk me-remix lagu mereka, dan kami mendengarkan contoh lagu kepada Bimbim dan katanya oke juga,” beber Co Producer Album “Slank Party – Nonstop Disco DJ Remix”, Amir Independenc3. ●

Clubbing bareng slank


Mau dikemas dengan musik rock, pop, reggae atau dangdut, lagu-lagu Slank rasanya tetap asyik untuk dinikmati. Tapi, bagaimana jika lagu-lagu dari Kaka (vokal), Abdee (gitar), Ridho (gitar), Ivanka (bas), dan Bimbim (drum) itu disajikan dalam musik disko zaman sekarang untuk clubbing di tempat-tempat dugem (dunia gemerlap)?
Slank merilis album lagi. Slank Party Nonstop Disco DJ Remix, judulnya. Isinya, sejumlah lagu Slank yang sudah populer di-remix ke musik disko, yang kini dikenal sebagai musik untuk clubbing atau dugem. "Basic-nya, kami love to party, juga sangat tertarik dengan how DJ making music. Kenyataanya, dance music cukup pesat perkembangannya di Indonesia. Kami mengeluarkan album ini karena pengin tahu interest-nya sampai di mana," kata Kaka sekaligus mewakili rekan-rekan sebandnya dalam jumpa pers rilis album itu di PitStop Avenue Club & Lounge, Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Rabu (22/6/2011).
Gagasan untuk melahirkan album tersebut datang dari Amir Independenc3, yang bersama Slank menjadi produser musik album tersebut. "Ini berawal dari sekitar tiga tahun lalu. Saya sering singgah ke tempat dunia malam. Di situ ada home band yang sering di-request lagu dan lagunya itu lagu Slank," kenang Amir. "Terus, saya ketemu DJ dan bilang, 'Asyik enggak sih lagu Slank di-remix?' Terus, dia bilang, 'Coba, gue dengar dulu'," lanjutnya.
Ketika diajak bekerja sama untuk album itu, aku Kaka, Slank pun penasaran. "Seperti apa sih laguku setelah di-remix?" kata Kaka lagi.
Dari rasa penasaran mereka, di-remix-lah 13 lagu Slank yang sudah terkenal. Lagu-lagu itu adalah "Virus", "Orkes Sakit Hati", "Bang Bang Tut", "Jurus Tandur", "Pulau Biru", "Balikin", "Seperti Para Koruptor", "H.A.M. Burger", "Terlalu Manis", "Kalo Aku Jadi Presiden", "Ku Tak Bisa", "Slank Dance", dan "Kamu Harus Pulang".
Lagu-lagu tersebut di-remix secara nonstop oleh sembilan DJ dari Independenc3. Mereka adalah DJ Lotuz, DJ August, DJ Telly, DJ Rudhy'z, DJ Jackerss, DJ Imam, DJ Abow, DJ A Soen, dan DJ Angga.
Menurut para DJ, tak mudah me-remix lagu-lagu Slank itu. "Kebetulan 'Virus' saya yang kerjain. Saya dengarkan temponya, pantas enggak dibeginiin. Kalau enggak enak, ya saya ulang lagi. Kalau ada revisi, saya kerjakan kembali," terang Lotuz, DJ yang me-remix "Virus", "Seperti Para Koruptor", dan "Orkes Sakit Hati".
Setelah beberapa kali direvisi, akhirnya hasil remix oleh para DJ tersebut dicap lulus oleh para personel Slank. "Seperti lagu (asli) 'Pulau Biru', itu kan nge-rok banget. Tapi, DJ-DJ ini ahlinya. Rocknya ada di mana, rocknya tetap ada di liriknya. Jadi, mau musiknya dibikin orkestra, liriknya tetap rock," ujar Kaka.
Slank optimistis album tersebut akan menjadi barang buruan para Slanker (penyuka Slank). "Slanker itu sebenarnya kolektor. Apa pun itu, pasti dibeli. Dengan musik remix ini kami masuk ke area yang belum kami masuki seperti diskotek atau kafe. Kami kasih lagu remix yang sudah disederhanakan sesuai dengan kuping mereka," ujar Kaka lagi.

Sabtu, 25 Juni 2011

Impian slank yang tertunda

Ketenaran dan kesuksesan sudah dirasakan lima personel Slank, yaitu Bimbim, Kaka, Ridho, Abdi, dan Ivan. Tapi, sang pentolan Bimbim mengaku, dirinya dan Slank masih memiliki impian yang masih tertunda hingga sekarang ini.
“Impian kita yang belum bisa terwujud saat ini adalah bisa punya album kolaborasi dengan Iwan Fals, God Bless, dan Ebiet G Ade. Masih sangat kita harapkan itu bisa terjadi,” ujar Bimbim, Rabu (22/6).
Grup musik asal Gang Potlot yang berhasil membebaskan diri dari pengaruh narkoba itu sebetulnya sudah pernah berkolaborasi dengan para musisi senior yang sudah melegenda tersebut.  “Kalau kolaborasi dipanggung mah sudah sering, dengan Iwan Fals, God Bless sudah beberapa kali,” ujarnya.
Lalu, apa alasan album yang diinginkan Bimbim dan personel lainnya itu belum terwujud?  “Kita permasalahannya terkendala di label saja, karena labelnya beda. Kita sih independen, bebas saja. Kalau album kolaborasi diajak dengan senior kita siap saja," ujar Bimbim.
Slank sendiri saat ini sedang sibuk mempromosikan Slank Party, album yang berisikan 13 lagu yang dibuat remix. Bimbim  mengaku bakal sangat tertantang jika album kolaborasi tersebut bisa terjadi.
"Sangat bangga bagi Slank jika bisa membuat album tersebut. Kita tetap menginginkan, meski belum kesampaian. Sebab, masalah dari dulu sampai sekarang adalah label yang berbeda. Kalau album remix ini untuk mengobati para fans (Slankers) yang menunggu album kami," ujar Bimbim yang terakhir merilis album Jurus Tandur 18  (Maju terus pantang mundur).
Jurus Tandur 18 merupakan album ke-18 yang dirilis 2010 lalu yang mengangkat fenomena sosial berkembang di tengah masyarakat, salah satunya soal korupsi. Menurut Bimbim  fenomena korupsi saat ini bukan lagi menjerat kalangan atas, tetapi juga mewabah di kalangan masyarakat. "Korupsi ini kan nyata di masyarakat, bisa saja terjadi di berbagai kalangan," katanya.

Slank party

Ada yang berbeda dari album terbaru Slank. Kalau sebelumya Slank pernah membuat musik berirama dangdut, pop, rock, dan reggae tapi tetap terdengar asik di telinga para  Slankers. Kali ini kita akan mendengar album Slank dengan balutan musik disco atau istilahnya dugem dengan judul “Slank Party-Nonstop Disco DJ Remix” yang siap rilis di pasar musik Indonesia, Juni 2011
Sebanyak 13 lagu Slank yang telah populer, diantaranya Virus, Seperti Para Koruptor, Orkes Sakit Hati, Bang-Bang Tut, Jurustandur, Pulau Biru, Balikin, Terlalu manis, Ku tak Bisa, H.A.M Burger, Kalo Aku Jadi Presiden, Slank Dance, dan Kamu Harus Pulang akan ada dalam album ini.
Untuk itu Slank akan dibantu 9 DeeJay, yaitu DJ Lotus, DJ Imam, DJ Rudhy’z, DJ August, DJ Abow, DJ A Soen, DJ Telly, DJ Angga, dan DJ D’ Jackers yang tergabung dalam Independenc3 dalam meremix lagu-lagu mereka tersebut.
Alasannya pum sangat simpel kenapa akhirnya Slank mau meremix lagu- lagunya.
” Slank love to party dan kami tertarik dengan bagaimana para DJ meremix lagu-lagu Slank. Kenyataannya musik dance cukup berkembang pesat di Indonesia. Jadi ingin tahu aja kalau musik Slank di remix jadinya gimana”, Ujar Kaka mewakili para personil Slank pada Launching Slank Party-Nonstop Disco DJ Remix di PitsTop, Bar & Lounge, 22 Juni 2011.
Walau warna dari lagu-lagu tersebut sangat terasa berubah total dengan durasi yang tentunya lebih lama juga, namun berkat sentuhan para DeeJay handal tersebut rasa asli musik  Slank akan tetap sama.
Yang pasti mendengar musik Slank dalam album ini akan membuat kita asik bergoyang kepala di bawah kerlipan lampu spot. Penasaran?

Rabu, 13 April 2011

Slank meluncurkan album baru lagi?


Setelah mengeluarkan album JURUS TANDUR NO.18, Slank kembali meluncurkan rilisan terbarunya yang akan dikeluarkan dekat-dekat ini. hal ini seperti diungkapkan oleh manajer sekaligus ibunda dari Bimbim yang akrab dipanggil Bunda Iffet.

Untuk album ini Slank menampilkan tembang-tembang lamanya yang nantinya akan diobrak-abrik serta diremix ulang oleh para disc jockey (DJ).

"Kita sudah bikin album tapi bukan baru. Namun lagu Slank yang di combine dengan disc jockley (DJ)," ujar Bunda Iffet saat dijumpai di di Pameran Kain Tradisional Indonesia Koleksi Rahmi Hatta dan Raharty Subijakto di Museum Tekstil, Jakarta Pusat.

Bunda menambahkan bahwa dalam album yang idenya dari personel Slank sendiri tak hanya menampilkan 1 DJ saja melainkan 7 DJ lokal. Meski meremix ulang namun pengerjaan album ini cukup memakan waktu yang lama.

"Cukup lama dari Januari dan baru selesai belum lama. Combine dengan 7 DJ bukan 1 DJ, kebetulan DJ lokal," terangnya.

Sementara untuk album baru Bunda Iffet menuturkan bahwa Slank belum membuat. Menurut Bunda sudah menjadi kebiasaan Slank untuk mengeluarkan album baru setiap akhir tahun.

"Lagu belum ada yang baru. Terakhir album JURUS TANDUR. Kalau puasa biasanya vakum untuk tur. Baru akhir tahun biasanya akan keluar album baru,"

Senin, 28 Maret 2011

TRIVIA SLANK

- Hampir 90% lagu-lagu Slank diciptakan oleh Bimbim.
- Ketika Bimbim di operasi, Slank tetap bermain di acara on air di televisi tanpa Bimbim. Dan Bimbim, menonton teman-temannya bermain dari televisi.
- Menurut Ivan, Abdee pernah menendang sampai terjatuh ampli dan head nya karena kesal terhadap sound gitar nya yang tidak sesuai dengan yang diinginkannya.
- Abdee dan Ivan berasal dari satu band yaitu Flash. Dan Ivan lah yang merekomendasikan Abdee untuk mengisi kepergian Reynold yang hengkang di tahun 1996
- Ridho memiliki sebuah tempat usaha Futsal
- Kaka adalah seorang rocker yang hanya tamat Sekolah Dasar. Beliau drop out saat SMP
- Cita-cita awal Kaka adalah menjadi seorang pemain sepak bola
- Mantan personil Slank, Bongky, Indra dan Pay membentuk sebuah band bernama BIP setelah keluar dari Slank
- Ketika Bimbim bernyanyi di sebuah konser, hampir dipastikan seluruh Slanker duduk.
- Bunda Iffet pernah menulis sebuah buku pada 2004 dan diberi judul Bundaku Sayang
- Selain sebagai gitaris, Ridho juga bermain keyboard untuk lagu-lagu Slank yang menggunakan piano/keyboard. Hal itu dikarenakan karena diantara personil Slank, Ridho lah yang paling fasih memainkan alat musik tersebut
- Di tahun 2002, Abdee pernah melakukan jam session dengan gitaris kenamaan, Paul Gilbert. Meski hanya beberapa menit. Dan di tahun 2006, Abdee menjadi opening artist di konser Paul Gilbert di Ancol bersama sama dengan Eet Sjahranie (Edane), dan John Paul Ivan (Eks. Boomerang) dengan membawakan lagu Juwita Malam karya Ismail Marzuki.
- Slank kerap kali membagikan bonus disetiap album yang di rilisnya. Bonus nya bervariasi. Dari mulai sticker, kalender, poster, masker, pick guitar, boxer, tali handphone, kaos, dan bahkan kondom. Hal itu dimaksudkan agar orang terutama Slanker membeli produk aslinya.
- Slank adalah band indie, karena merekalah yang menjadi produsernya sendiri
- Lagu Slank berjudul Lagi Gampang (album Tujuh), diaransemen ulang oleh penyanyi wanita Melanie Soebono, yang juga merupakan anak dari promotor Adrie Soebono
- Slank mempunyai crew yang diberi nama Jaddah Slank
- Abdee pernah menjadi konsultan gitar di majalah GitarPlus dari tahun 2004-2006. Disitu, pembaca boleh mengirimkan pertanyaan seputar gitar dan dijawab langsung oleh Abdee
- Lagu Slank berjudul Terlalu Manis masuk dalam 30 Lagu Akustik Wajib Kulik versi majalah GitarPlus Mei 2005
- Lagu Slank berjudul Juwita Malam pun pernah masuk dalam lagu yang diaransement ulang terbaik versi majalah yang sama, GitarPlus
- Album pertama Slank, Suit-suit... He He, diakui oleh beberapa musisi sebagai album favoritnya. Sebut saja Iman (J-Rock's), Ophet (Tiket), dan gitaris Eet Sjahranie (Edane)
- Ridho pernah memberikan gitar kepada Eet Sjahranie. Gitar yang diberikan adalah gitar endorsement nya Ridho.
- Para personil Slank mempunyai hobby olahraga yang sama yaitu Sepak bola dan pernah mendirikan SSC (Slank Soccer Club)
- Abdee juga sempat tercatat pernah membantu Sherina, untuk mengisi permainan gitar slide nya di lagu berjudul Sendiri
- Lagu Slank berjudul Memang, Pulau Biru, dan Terbunuh Sepi masuk dalam 150 Lagu terbaik sepanjang masa versi majalah Rolling Stone Indonesia
- Album Slank Suit-suit... He he dan Kampungan masuk ke dalam 150 Album Terbaik Sepanjang Masa versi majalah Rolling Stones Indonesia
- Album The Big Hip pun masuk sebagai album terbaik di 2008 versi majalah Rolling Stone Indonesia

Penghargaan


SLANK kembali menggelar konser di area terbuka, Pantai Karnaval Ancol, Jakarta Utara.Konser pertama Slank di tempat terbuka tahun 2010. Grup musik rock ini sebelumnya dilarang konser dengan alasan keamanan.
Hujan turun lebat Selasa (1/6/2010) malam itu. Tapi Slank yang merayakan kebebasannya kembali tetap bernyanyi tanpa henti. Selama kurang lebih 2 jam nonstop, Slank membawakan 27 lagu dengan lagu-lagu andalannya.
Konser dibuka dengan ‘Mars Slank’ dan ‘Maju Tak Gentar’. Selanjutnya berturut-turut dengan lagu-lagu andalan Slank dan beberapa lagu terbaru dari album ‘Jurus Tandur’ seperti ‘Omdong’ dan ‘Biar Happy’.
Dalam konsernya kali ini, Kaka, Bimbim, Abdee, Ridho dan Ivanka juga meluncurkan mini albumnya yang bertajuk ‘Jurus Tandur no 18′. ‘Jurus Tandur’ itu mempunyai kepanjangan yang berarti maju terus pantang mundur.
Album Slank yang ke-18 ini diluncurkan bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila. Media yang digunakannya juga bukan media konvensional dalam bentuk kaset dan CD.
Slank menjual mini albumnya sebanyak 7 lagu dalam bentuk handphone Nexian. Dengan terobosan barunya tersebut, Slank mendapatkan Guiness book World of Record, Indonesia. Penghargaan itu diberikan langsung oleh Jaya Suprana kepada Slank sesaat sebelum konser.
Dan meski terus diguyur hujan lebat, para Slanker masih tetap bertahan menyaksikan penampilan band kesayangannya itu. Hujan tentu bukan masalah besar dibandingkan kekangenan pada sang idola yang telah cukup lama ‘dicekal’.

Berikut penghargaan yang pernah di raih SLANK
  1. 1991 - Best Selling Album Rock Category BASF Awards
  2. 1993 - Best Selling Album Rock/Alternative Category BASF Awards
  3. 1994 - Best Selling ALbum (Double Platinum Album Category) BASF Awards
  4. 1994 - Video Klip Terbaik (Terbunuh Sepi) Video Musik Indonesia
  5. 1995 - Video Klip Terbaik (Bang Bang Tut) Video Musik Indonesia
  6. 1997 - Lagu Rock Terbaik (Balikin) AMI (Anugerah Musik Indonesia) Awards
  7. 1997 - Album Rock Terbaik (Tujuh) AMI (Anugerah Musik Indonesia) Awards
  8. 1997 - Group Rock Terbaik AMI (Anugerah Musik Indonesia) Awards
  9. 1998 - Album Rock Terbaik (Matahati Reformasi) AMI (Anugerah Musik Indonesia) Awards
  10. 1999 - Band paling kontroversial Taboid MUMU (MUda MUsika)
  11. 2002 - The Best Director for Video I Miss You But I Hate You MTV Indonesia Awards
  12. 2003 - Artis/Duo/Group Terbaik AMI (Anugerah Musik Indonesia) Awards
  13. 2003 - Album Rock Terbaik (Satu-Satu) AMI (Anugerah Musik Indonesia) Awards
  14. 2004 - Album Pop/Rock paling Ngetop(Road to Peace) SCTV Music Awards 2005
  15. 2005 - Penghargaan dari IFNGO (International of Non GOvernmental Organization)
  16. 2009 - Most Fav Band/Duo MTV Indonesia Awards
  17. 2010 - Album Rock Terbaik (OST Generasi Biroe) AMI (Anugerah Musik Indonesia) Awards\
  18. 2010 - Group Musik Indonesia Pertama yang Merilis Album melalui Handphone MURI (Museum Rekor Indonesia)
Arigato yhank you PLUR

Album live slank



Memasuki tahun 2004 dimana punk berhasil menggebrak musik Indonesia, Kaka mengubah image dirinya dengan rambut mohawk. Punk ala Slank. Begitu mereka menyebutnya. Slank dan Naif menggelar konser bersama bernama Road to Peace 24 Kota. Yang menarik dari konser ini adalah, dibawakannya lagu-lagu baru yang belum pernah dibawakan dan hasil lagunya direkam secara live dan dijadikan album berikutnya. Jika biasanya Slank merekam lagu, rilis, kemudian tour,, kali ini tidak. Mereka tour sambil merekam secara live di panggung, baru kemudian merilisnya. Album ini diberi nama Road to Peace. Naif juga berkolaborasi di lagu Amrozy Gitting yang direkam di studio Parah milik Slank. Dua lagu yaitu Amrozy Gitting dan P3K direkam di Potlot, markas mereka sedangkan yang lainnya direkam di atas panggung. Mars Slankers dan Salah menjadi jagoan di album ini. Di album ini juga dimasukkan sebuah karya dari Mochtar Embut berjudul Mars Pemilu yang diaransemen menjadi aransemen rock oleh Slank. Album ini konon disebut sebagai album live pertama di dunia. Walaupun sudah pernah ada yang merekam full album secara live seperti Greateful Dead dan Blues Traveler,, namun band tersebut tidak merekam nya di atas panggung seperti yang dilakukan Slank. Untuk pematangan konsep pun, Slank tidak ragu dan malu untuk menyewa sebuah studio ketika Slank berada di kota tempat mereka akan show. Bahkan lagu Make Love Not War direkam saat Slank sedang checksound di Yogyakarta. PV lagu Mars Slanker mencampurkan unsur animasi di dalamnya sedangkan PV lagu Salah, lagi-lagi Slank tidak ada di video tersebut.Bonus dari album ini adalah sebuah poster dan masker berlogo peace yang di design oleh seorang Slanker dari Makassar bernama Firman.
Tahun 2004 ini juga Slank mewakili Indonesia untuk tampil di acara MTV Asia Aid di Thailand dan membawakan sebuah lagu yang diambil dari album Satu Satu yaitu Karikatur. Selain Slank, musisi lain yang tampil di event tersebut adalah Simple Plan, Rain, Siti Nurhaliza, Namie Amuro, Jay Chou Hoobastank, dll.

Di akhir tahun 2004, lagi-lagi Slank merilis sebuah album baru. P.L.U.R adalah nama albumnya. PLUR adalah singkatan dari kata Peace, Love, Unity, Respect. Sebuah semboyan baru Slank (sebelumnya Slank setia dengan jargon Piss). Album ini mengandalkan Ku Tak Bisa, Biru, dan Juwita Malam sebagai jagoan. Juwita Malam ini adalah lagu ciptaan Ismail Marzuki. Dibuat dalam dua versi. Punk dan Blues. Lagu Juwita Malam dan Biru masuk dalam soundtrack film Banyu Biru yang dibintangi Tora Sudiro. Bimbim bernyanyi kembali di lagu Indonesiakan Una. Bonus album ini adalah sebuat sticker dan poster kalender. Dan album ini, di akhir tahun 2005 menurut majalah GitarPlus masuk sebagai album gitar rock terbaik tahun tersebut bersama dengan Gigi, Edane, dan Netral. Alasannya adalah permainan gitar Abdee dan Ridho yang cenderung blues dan rock 'n roll menyaru ke permainan gitar rock modern.
Di tahun 2004 ini Slank merayakan ulang tahun ke 21 tahun di kota Surabaya pada 26 Desember bertepatan dengan bencana besar di Aceh. Sebenarnya di album ini pun Slank membuat lagu tentang Aceh yaitu Atjeh Investigation. Lagu Gossip Jalanan yang membuat gerah para politisi pun terdapat di album ini.
Bencana Aceh tersebut lantas dijadikan destinasi oleh Slank untuk mengumpulkan dana dan memberikan sumbangan di tengah-tengah promo album P.L.U.R tersebut. Akhirnya di awal tahun 2005, Slank dan Iwan Fals diajak oleh Deteksi Production untuk menggelar konser di 27 Kota Indonesia yang diberi judul Bersatu Dalam Damai. Slank dan Iwan Fals berhasil mengumpulkan total 2,9 Milyar Rupiah yang akan disumbangkan untuk korban bencana alam tsunami di Aceh dan sekitarnya. Target dari Deteksi dan A Mild adalah Rp.3 Milyar sehingga angka tersebut di bulatkan menjadi Rp.3 Milyar yang disumbangkan ke Aceh. Terjadi insiden di Bengkulu dalam konser ini dimana Kaka harus dilarikan ke dokter umum karena terkena timpukan dari penonton yang mengakibatkan pendarahan pada mulutnya. Namun show masih dilanjutkan. Konser ini diakhiri di Ancol.

Tahun 2005, Slank di daulat leh MTVIndonesia menjadi Icon dari MTV. Saat itu Slank berhasil mengalahkan saingan laiinya diantaranya Dewa dan juga Chrisye. Malam penganugerahan gelar tersebut diselenggarakan di TMII Jakarta dan musisi yang hadir di situ membawakan lagu Slank. Acara itu dimeriahkan oleh Gigi, Seurieus, Netral, Shanty dll. Slank sendiri tampil di akhir acara dan memedley lagu-lagunya.<http://www.tembang.com/info_detail.asp?id=2241&kategori=panggung>
Di tahun 2005 ini pula lah Slank untuk pertama kalinya show di Korea Selatan. Pada tanggal 7 Oktober 2005, Slank bermain di kota Gwangju. The May 18 Memorial Foundation yang mengundang Slank untu tampil dalam acara yang diberi judul Echo of Music Concert. Slank membawakan dua buah lagu yaitu Bang Bang Tut dan Virus (English Version). Dalam konser ini, Slank juga bertemu kembali dengan Yoon Band,musisi yang berkolaborasi dengan Slank dan menghasilkan sebuah lagu yang masuk ke dalam album mereka masing-masing.

Masih di tahun yang sama, Abdee Negara selaku gitaris Slank melelang gitar Fender Stratocoaster nya. Dibuka dengan harga Rp 10 Juta, dan berharap bisa mencapai Rp 20 Jutaan, perkiraan Abdee ternyata jauh meleset. Angkanya terus naik dan akhirnya terjual seharga Rp 325 Juta. Adrie Soebono, seorang promotor kondang dari JAVA Musikindo itulah yang berhasil mendapatkannya. Bahkan terlihat Abdee sempat ingin meneteskan air mata setelah tahu harga gitar yang telah setia menemaninya itu (gitar Abdee tersebut dipakai saat rekaman maupun tour Slank dari pertama Abdee bergabung) dinilai sangat tinggi melebihi bayangan awalnya. Ivan juga sempat melelang bass Tobias Legend kesayangannya dan berhasil meperoleh Rp. 5 Juta.

DI tahun 2005, Slank sempat merilis sebuah Video Live dalam format DVD dan VCD. Diambil dari konser A Mild Live Soundrenaline saat itu. Lagu-lagu nya di ambil dari lima kota tempat berlangsungnya konser tersebut (Bali, Palembang, Bandung, Surabaya, dan Semarang). Slank juga mengajak vokalis Crowned King, Shawn Frank untuk berkolaborasi di lagu I Miss You But I hate You. Ada sedikit dokumentari di setiap clip nya.

Slank menjawab tantangan

Tahun 2007 Slank kembali mengeluarkan album dengan titel Slow But Sure. Inilah album yang bisa dibilang "jawaban" dari para pendengar musik terutama Slanker karena banyak sekali yang meminta Slank untuk bermain akustik/unplugged. Di album ini, Slank bermain sangat sederhana. Tidak ada bunyi bising. Yang ada hanyalah suara-suara bersahabat dari perkusi, gitar akustik dan selingan harmonika. Bimbim menyumbang satu lagu di lagu Me & Reny dan ada satu lagu yang diciptakan oleh Bimbim di Las Vegas pada tahun 2006 yang dimasukan ke album ini yaitu Sin City. Kemudian ada lagu My Scooter Love yag diciptakan oleh Kaka. Di lagu ini bahkan bisa didengar di akhir lagu suara Vespa Kaka. Ada juga lagu berjudul Lapindo yang mengkritisisasi semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo. Sebelum lagu itu dimulai, Abdee berceramah sedikit terlebih dahulu. Namun lagu ini terkena sensor di bagian reff nya. Karena ada kata yang mungkin tidak seharusnya dicantumkan di album tersebut. Namun, jika lagu ini di putar di sebuah acara on air mingguan yang khusus memutar lagu-lagu Slank, lagu ini tidak di sensor. Dan ada sebuah hidden track di lagu ini berjudul Lilo. Lagu ini tidak terdapat di album tersebut tapi liriknya terdapat di booklet album. Lagu ini bisa didapatkan bila membeli software game Lilo. Single di lagu ini adalah Cinta?, Slalu Begitu, dan Sejak Kau Benci. Di versi VCD dan DVD semua lagu dibuat video klip nya. Bonus dari album ini adalah sebuah boxer.

Slank masih melanjutkan acara tour Ngedjinggo Bareng Slank nya di musim yang kedua ini bersamaan dengan promo album SLow But Sure. Slank kerap kali bermain dalam dua sesi, akustik dan elektrik. Bimbim kerap kali hanya duduk di sebuah koyak yang terbuat dari kayu, dan kayu itu dijadikan perkusi untuk mengiringi lagu. Ketika lagu Me & Reny, SLank melakukan change memebr. Kaka pindah ke drum dan Bimbim bermain gitar sambil bernyanyi.

Slank kemudian meraih hasil dari CD demo yang dibawa ke Amerika tahun 2006. Blues Saraceno bersedia untuk menjadi produser Slank untuk perilisan album internasional pertama nya. Slank yang biasanya tampil di semua kota dalam pergelaran musik Soundrenaline, tahun ini hanya mengambil jatah satu kota.

Hari-hari Slank di Amerika dimulai tanpa kehadiran Ridho yang harus menyusul seoang diri karena masalah visa. Nama aslinya yang ebrbau islami menjadi pertimbangan pihak Amerika untuk mengizinkan Ridho bisa ke Amerika. Maklum saja, paska isu terorist berkembang, Amerika selalu waspada dan sangat ketat dengan orang-orang yang berasal dari negara Arab. Hal itu pula yang membuat Ridho kesulitan mendapatkan visa nya karena namanya yang berbau Arab.

Rekaman Slank di Studio City Sound dimulai. Ada sepuluh lagu yang disertakan dalam album ini. Setelah Ridho datang, maka rekaman pun disempurnakan dan Ridho cukup mengisi bagian gitar nya saja. Blues Saraceno yang juga mantan guru gitar Ridho memberi banyak sekali masukan dan ide nya kepada Slank. Bimbim sempat membuat sebuah lagu berjudul Hard For You yang kemudian masuk ke album Slank berikutnya di tahun 2008.

Selesai rekaman album barunya di Amerika, Slank kemudian pulang ke Indonesia. ID Indonesia sendiri, Slank berkenalan dengan musisi dari Jepang bernama The Big Hip. The Big Hip yang tinggal menyisakan dua orang personil tersisa melakukan jamming di Potlot bersama Slank dan mereka sepakat untuk membuat sebuah album kolaborasi. The Big Hip diboyong di pesta ulang tahun Slank ke 24 di Surabaya dengan titel From Slank With Love yang menampilkan "bidadari" seperti Maia Estianti, T2, Sarah Idol, Sherina, Astrid, Julia Perez, dan Nirina Zubir.
-Masih akan di update, Renji Blues-

Ajaran Slankissme




Di penghujung tahun 2005, Slank kembali merilis sebuah album studio ke 14 nya yang diberi titel SLANKISSME. Dan ulang tahun Slank yang ke 22 tahun di Ancol pun sedikit banyak telah memainkan lagu-lagu baru dari album tersebut. Konser ulang tahun yang kali ini pun dimeriahkan oleh PAS Band, Peterpan, Naif, Seurieus, J-Rock's, The Brandals, Speaker F1rst, Teamlo, Melanie Soebono, Ratu, Cokelat, Jacko, Shanty dll. Di beberapa lagu, Slank berkolaborasi dengan para bintang tamu. Konon, total lagu yang dimainkan Slank sepanjang konser tersebut adalah 40 lagu.
Slankissme sendiri adalah sebuah ambigu kalimat dari Slank Kiss Me, Slank Is Me, dan Slankisme. Bimbim menyebut bahwa ada 13 ajaran 'gak sempurna dari Slankisme di antaranya adalah
1. Kita harus “Kritis”
2. Berjiwa “Sosial”
3. Penuh “Solidaritas”
4. Saling “Setia”
5. Selalu “Merdeka”
6. Hidup “Sederhana”
7. Mencintai “Alam”
8. “Manusiawi”
9. Berani untuk “Beda”
10. Menjunjung “Persahabatan”
11. Punya “Angan” yang tinggi
12. Menjadi “Diri” sendiri
13. Membuka “Otak” dan “Hati” kita

Dan itu harus diketahui oleh para Slanker, agar mengerti dan menjalani nya. Kenapa, karena memang kesempurnaan hanya milik Tuhan. Begitu kata Bimbim. Dan "tiga belas ajaran gak sempurna ini" dijadikan manifesto Slank, dan Bimbim selalu membacakan nya di saat Slank berkunjung ke suatu negara. Namun, Di dalam negeri pun Slank sering kali membacakan manifesto-nya tersebut. Single dari album ini adalah SBY, singkatan dari Sosial Betawi Yoi, dan dua tembang ballad nya, Gak Ada 2nya dan Yang Manis yang ketiga nya dibuat PV nya. Di lagu Kritis BBM dan Alami, Bimbim menciptakannya dalam satu hari. Slank bermain akustik di lagu Alami.

Di awal tahun 2006, Slank berangkat ke Jepang untuk konser disana. Konser pada tanggal 2 January itu bertujuan untuk acara charity for Sumatra. Kemudian Slank gencar mempromosikan album baru nya. Baik dari live on air di televisi atau juga konser tour nya yang menjangkau 60 kota di Indonesia. Bisa dibilang ini adalah tahun tersibuk Slank, karena di tahun ini, selain promo album Slankissme, Slank juga menjalani tour di beberapa kota di Jawa Barat dan Banten dalam rangka konser Ngedjinggo Bareng Slank, lalu merilis Album Slank Since 1983 di Malaysia dan promo di negara tersebut. Di Malaysia, Slank harus kerja keras dan mereka kelelahan karena harus interview di televisi, radio serta media cetak disana. Dan puncaknya adalah ketika Bimbim menolak seorang fans yang meminta foto bersama. Di tour Ngedjinggo Bareng Slank ini, setiap Slank mampir ke suatu kota, selalu saja mampir ke suatu tempat untuk kegiatan bhakti sosial, atau juga kegiatan lainnya yang melibatkan rakyat kecil dan juga kesenian dan budaya setempat. Slank juga masih sering tampil di televisi, lalu juga konser sebagai penutup di event musik terkenal Soundrenaline. Bukan hanya itu, Slank juga mampir ke Amerika untuk mengisi acara di 5 tempat live house di beberapa kota di Amerika. Slank di undang oleh para mahasiswa disana. Hal itu dijadikan kesempatan untuk membawa CD demo album Slank yang telah di translate ke bahasa Inggris agar albumnya bisa rilis di luar negeri dan go internasional. Untuk itulah Slank gencar mencari cara dan usaha agar bisa terbang dan bermain di sana. Kesempatan emas itu pun hadir tatkala Slank mengundang dua produser di konser mereka. Satu dari Amerika dan satu dari Kanada. Blues Saraceno, mantan gitaris group band Poison yang juga guru gitar Ridho ketika menuntut ilmu di Musician Institute, Hollywood, hadir sebagai produser yang ingin melihat aksi Slank. Dan satu lagi seorang produser dari Kanada yang juga hadir bersama vokalist dari group Crowned King, Shawn Frank, yang pernah berkolaborasi dengan Slank ketika konser Soundrenaline tahun 2005 di Bali turut serta hadir jauh-jauh dari Kanada. Mereka berdua tertarik dan akhirnya Slank lebih memilih Blues Saraceno. Alasan Slank ingin berkarier di luar negeri karena mereka telah jenuh, dalam artian, hampir semuanya sudah pernah di raih oleh Slank di Indonesia. Makanya, Amerika dan dunia lah tujuan berikutnya Slank. Slank ingin kembali menjadi Underground, yang belum dikenal oleh siapa-siapa, yang belum terkenal. Inilah pertama kalinya Slank ke Amerika. Ketika di Las Vegas, Bimbim sempat membuat sebuah lagu yang hasilnya ada di album berikutnya dari Slank.

Tahun 2006 ditutup dengan sebuah pesta ulang tahun yang ke 23 berjudul 23rd Slank Indie Festival. Acara ini memang banyak mengambil musisi-musisi ang berangkat dari jalur Indie seperti Nidji, Steven n Coconut Trezz, Suicidal Sinatra, The S.I.G.I.T, Sheila on 7 dll. Ada dua panggung besar di ulang tahun ini.